Thursday, 28 July 2016

Brownies Sate

Lama tidak baking. Lama tidak motret makanan. Seperti ada sesuatu yang hilang. Iyaa, betul sekali. Meskipun aktivitas memotret sebenarnya masih jalan meskipun tidak terlalu sering. Lebih ke foto produk dan portrait. Alasannya? Simpel karena tak harus boyong dan nata-nata properti. Selain memang jadwal aktivitas yang lagi padat.

Pas suami pulang kerja bawa oleh-oleh yang bikin surprise. Sepintas kupikir happy call ukuran kecil. Ternyata panggangan kue serba guna. Bite size ceritanya dan menariknya ada motif di bawah cetakannya. Cocok deh sesuai kebutuhan, nyiapin bekal anak-anak yang lebih menarik dan lebih cepat. Sering males keluar masukin plus membersihkan si oven tangkring. Pake panggangan ini bisa menggantikan fungsi oven dan lebih cepat.

Percobaan pertama bikin brownies sate. Resep bawaan dari alat tersebut. Kekentalan resepnya lebih encer daripada yang biasa saya buat. Lebih cenderung seperti cake.

Bahan:
4 sdm tepung terigu
4 sdm gula
2 butir telur
1 sdm makan mentega cair
70 gram coklat blok

Cara membuat:
1. Lelehkan coklat blok (saya tim bersama mentega), dinginkan.
2. Kocok telur dan gula hingga mengembang dengan menggunakan mixer.
3. Masukkan lelehan coklat blok dan mentega. Kocok sebentar.
4. Panaskan panggangan.
5. Tuangkan adonan ke dalam panggangan, beri tusuk sate.
6. Panggang bolak balik hingga matang (dengan api kecil sekitar 5 menit).

Hasilnya? Cakey ... tapi justru anak-anak lebih suka. Bagi saya, kurang nendang ciri khas tekstur browniesnya. Rasanya? Saya tidak sempat mengicipi karena kebetulan menyelesaikan puasa Syawal. Setengah hari sudah ludes tak tersisa. Testimoni dari anak-anak katanya sih enak.





Imut ya penampilannya? Yang begini pasti anak-anak doyan. Tak perlu repot-repot pake topping sudah langsung hap ^_^






Thursday, 17 March 2016

Cilok Daging

Cilok makanan yang merakyat. Nggak pernah bosen. Bikinnya juga mudah. Edisi kali ini ingin mendapatkan tambahan gizi, dibikinlah cilok daging. Yang sebenarnya ya mirip-mirip bakso. Cuma di sini kandungan dagingnya lebih sedikit.




Sebenarnya males bikin cilok yang ada dagingnya karena nggak punya gilingan daging. Adanya blender saja. Jadi daging harus dipotong-potong kecil dulu baru diproses. Hasilnya ya jelas tak selembut gilingan daging asli. Tak apalah, setidaknya bisa menikmati cilok daging sendiri di rumah. Bebas borak, bebas pengawet, dan diproses dengan blender yang bersih. Denger-denger gilingan daging yang di pasar itu jorok ya? Mungkin jarang dibersihkan kali?



Langsung ya, kita eksekusi ciloknya.
Bahan:
125 gram tepung tapioka
125 gram tepung sagu
125 gram terigu
100 gram daging sapi, haluskan
250 ml air panas (bisa lebih bisa kurang)
1 siung bawang putih, haluskan
4 siung bawang merah, haluskan
sejimpit merica bubuk
1 sdm garam
1/4 sdt gula

Cara membuat:
1. Aduk rata tapioka, sagu, bumbu. Tuangkan air panas sedikit demi sedikit sambil aduk-aduk dengan spatula hingga tercampur rata.
2. Masukkan daging dan terigu. Tambahkan sisa air panas sedikit demi sedikit. Hentikan penambahan air jika adonan sudah mudah dibentuk (seperti adonan bakso). 
3. Siapkan air panas dalam sebuah panci.
4. Taruh adonan dalam genggaman lalu tekan hingga adonan  keluar di antara sela ibu jari dan jari telunjuk (seperti cara membuat bakso). Ambil adonan dengan sendok, masukkan ke dalam panci berisi air panas. Lakukan langkah serupa untuk sisa adonan.
5. Didihkan air dalam panci yang telah berisi cilok. Rebus hingga cilok mengapung.
6. Angkat dan tiriskan.




Kini siapkan saus kacangnya.
Bahan:
1 genggam kacang tanah, goreng hingga matang
1 siung bawang putih
1 lembar daun jeruk purut
1/2 ruas jari kencur
5 sdm gula merah
1 sdm gula pasir
sejimpit garam
1 sdm air perasan jeruk nipis
1 buah cabe merah (bisa lebih, sesuaikan selera)
5  buah cabe rawit (sesuaikan selera)

Bahan tambahan:
Kecap manis
Saos tomat

Cara membuat:
1. Masukkan semua bahan ke dalam  blender. Proses hingga lembut.
2. Tambahkan sedikit kecap manis dan saos tomat. Aduk rata.




Cilok siap dicocolkan ke sausnya. Yummy!






Tuesday, 15 March 2016

Killer Soft Bread

Sampai saat ini saya belum puas dengan berbagai resep roti yang pernah saya coba. Bahkan water roux sekalipun. Saya maunya yang simpel tapi hasil memuaskan. Walah, siapa saja pasti mau begitu. Jadi, rajin betul ngintip-ngintip resep roti, eksekusi, evaluasi, dst. Tak apalah, anak-anak kan emang doyan banget roti. Dan sayanya juga masih penasaran jika belum berhasil mengeksekusi roti yang sesuai dengan harapan.

Tibalah pada resep yang membuat saya terpana. Resep yang berseliweran di salah satu grup masak. Killer soft bread punya Victoria Bakes . Wah, keren bener ini resep. Hanya satu kali proofing dan hasilnya supperrr... Seratnya itu, lho!





Berhubung kepengin mengeksekusi. Dan konon yang pernah mengeksekusi meskipun tanpa whipped cream hasilnya tetep oke, baiklah saya beranikan mencoba. Di rumah memang lagi tidak ada stok whipped cream.

Bahan versi saya sebagai berikut:
1 butir telur
1 sachet susu bubuk full cream dicampur dengan 170 ml air
1 sdt ragi instan
Sejimpit garam
1,5 gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk
300 gram terigu
2,5 sdm margarin

Cara membuat:
  1. Campur semua bahan kecuali margarin. Uleni sampai kalis elastis.
  2. Tambahkan margarin. Uleni hingga tercampur rata.
  3. Bagi adonan menjadi beberapa bulatan. 
  4. Siapkan loyang yang telah disemir tipis margarin. Tata bulatan adonan. Istirahatkan sampai mengembang hampir dua kali lipat.
  5. Oven dengan suhu 170 derajat Celcius hingga matang. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit. 
  6. Saat masih panas, langsung oles permukaan roti dengan margarin. 
Tanpa whipped cream pun tetap okeh. Alhamdulillah, sangat puas dengan resep Victoria ini.




Apa komentar si bungsu? Hhmm ... enaakk .... Dan tak pernah bertahan lama. Cepet ludess...





Wednesday, 2 March 2016

Bola-Bola Donat

Donat lagi, donat lagi. Request ini sudah sebulan lalu, tapi baru sempat up load sekarang ^_^
Kali ini mau merasakan sensasi efek sedikit krenyes-krenyes akibat penambahan tepung beras. Tetep enak dan dalam sekejap sukses ludes.

Berhubung membuatnya hari jumat, ada pasukan krucils yang ikut bantu. Bantu mainan adonan sampai bantu jadi modelnya. Upahnya donat seperempat kilo, tunai!



Kali ini bikin donat kentang dua bentuk, original dan bola-bola. Ternyata anak-anak lebih suka yang bola-bola. Jelas banget. Lha toppingnya ada coklat serut dan bite size jadi langsung lep :D

Sebenarnya pake resep donat standar. Cuma sedikit dicampur tepung beras agar ada efek krenyes-krenyes di luar. Over all tetap tergolong lembut. Tapi kalo ingin yang super lembut luar dalam, ya full pake kentang dan terigu saja.

Bahan:
2 buah kentang, kukus lalu haluskan selagi hangat
200 gram tepung terigu protein tinggi
50 gram tepung beras
1 sdt ragi instan
2 sdm gula pasir
1 sdm susu bubuk
1/4 sdt vanili bubuk
sejimpit garam
1 butir telur
50 ml air
3 sdm margarin

Cara membuat:
1. Campur kentang halus, terigu, tepung beras, ragi instan, gula, garam, vanili, susu bubuk. Aduk rata. Tambahkan telur dan air secara bertahap sambil uleni hingga kalis.
2. Masukkan margarin, aduk rata. Pindah adonan ke atas meja kerja yang telah ditaburi terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis.
3. Bulatkan adonan. Taruh dalam wadah. Tutup dengan serbet lembab. Proofing hingga volume dua kali lipat.
4. Kempeskan adonan. Pindahkan adonan ke atas meja kerja. Taburi permukaan adonan dengan terigu. Gilas hingga ketebalan sekitar 0,5 cm. Cetak. Istirahatkan hingga mengembang.
5. Goreng dalam minyak banyak hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
6. Donat siap diberi toping.

Untuk topping bola-bola donat saya pake butter cream dan coklat blok diserut. Bite size ini cocok untuk bekal dan snack di saat santai. Buat piknik juga boleh, lho!


Wednesday, 27 January 2016

Softbread dengan Metode Tangzhong




Rahasia kelembutan roti ala Cina terletak pada metode pembuatannya. Dengan metode tangzhong, kita bisa bikin roti lembut tanpa bahan pelembut. Duh, ternyata yang pake bahan pelembut nggak pakaian saja, ya? Metode tangzhong ini dikenal pula dengan nama water roux.

Dengan metode tangzhong, membuat kita makin rajin bikin roti sendiri, lho! Hasilnya bisa bersaing dengan roti bermerk. Lembut meskipun menguleninya pake tangan.




Penasaran? Seperti apa sih caranya?  Mari kita saksikan bersama ^_^
Bahan tangzhong:
125 ml air
5 gram terigu protein tinggi

Bahan adonan roti:
350 gram terigu protein tinggi
1 sdm ragi instan
2 sdm gula
1/4 sdt garam
1 butir telur
125 ml susu cair
30 gram butter (bisa diganti margarin)

Filling:
Coklat pasta
Sosis

Polesan:
1 butir kuning telur, kocok lepas
Butter (bisa diganti margarin, atau campuran keduanya dengan perbandingan 1:1)

Cara membuat:

  1. Siapkan bahan tangzhong. Larutkan terigu ke dalam air. Panaskan di atas kompor dengan api kecil sambil terus diaduk-aduk seperti membuat bubur. Setelah mengental, matikan api. Angkat dan dinginkan. Tutup dengan cling wrap untuk mempertahankan kelembabannya.
  2. Siapkan adonan roti. Campur terigu, ragi instan, gula, garam. Aduk rata. Masukkan telur, susu cair. Uleni hingga kalis (adonan tidak lengket di tangan). Tambahkan butter. Aduk rata. 
  3. Siapkan meja kerja yang telah ditaburi sedikit terigu. Pindahkan adonan ke atas meja kerja. Uleni adonan dengan tangan. Gerakan tangan sewaktu menguleni seperti gerakan saat mencuci pakaian. Uleni sekitar 5 menit. Setelah itu tutup adonan dengan cling wrap. Pukul-pukul adonan dengan rolling pin. Ini membantu mempercepat adonan kalis elastis. Membutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga adonan kalis elastis (tidak mudah sobek jika ditarik dan membentuk membran tipis).
  4. Bulatkan adonan. Luluri permukaannya dengan minyak goreng tipis-tipis. Ini berfungsi untuk menjaga kelembaban adonan. Taruh adonan dalam wadah. Tutup dengan serbet lembab (basahi serbet dengan air lalu peras) atau gunakan cling wrap.
  5. Diamkan adonan di tempat yang suhunya tinggi. Bisa ditaruh di dekat magic com. Ini berfungsi mempercepat proses proofing. 
  6. Setelah mengembang (volumenya dua kali lipat), kempeskan adonan dengan cara ditinju. 
  7. Bulatkan adonan menjadi beberapa bulatan. Saya bagi menjadi delapan bulatan. Pipihkan, isi dengan coklat pasta. Bulatkan kembali. Sisanya, pilin adonan memanjang seperti tali. Lalu lilitkan ke sosis. Istirahatkan kembali adonan hingga mengembang dua kali lipat. Tutup dengan cling wrap atau serbet lembab. 
  8. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat Celcius.
  9. Panggang roti sekitar 10 menit. Setelah berwarna agak kecoklatan, keluarkan. Olesi permukaan roti dengan kuning telur. Masukkan kembali ke dalam oven. Panggang hingga berwarna kecoklatan (sekitar 5 menit). Keluarkan dari oven. Angkat dan dinginkan di atas rak kawat. Segera poles permukaan roti dengan butter atau margarin selagi masih hangat. 
  10. Roti siap disajikan.


Tips Menyimpan Roti:
Bungkus roti dengan plastik kedap udara atau wadah tertutup, taruh di suhu ruangan. Pastikan roti sudah dalam kondisi dingin. Roti bisa bertahan selama 3 hari. 



Siap Disantap Sambil Menikmati Hujan yang Turun Deras Sore Ini

Friday, 22 January 2016

Kamera Ponsel Jadul

Mengenal teknik fotografi berawal dari kamera ponsel ini. Ponselnya memang sudah tergolong smartphone. Tapi fitur kameranya masih sangat sederhana. Tidak ada autofokus. Pixelnya pun cuma 2 MP. Usianya sekarang sudah sekitar 4 tahun. Ya, hasil fotonya sudah tak sebening yang dulu memang. Karena sudah beberapa kali di-smack down bocah. Dijatuhkan bahkan dilempar. Resiko punya krucils. Beda tipis kali ya ponsel dengan bola bekel?

September 2013 saya beralih ke kamera DSLR. Bisa dipastikan, aktivitas motret dengan kamera ponsel hampir tidak pernah lagi. Saya intens belajar menggunakan DSLR selama dua tahun terakhir ini. Terkadang rindu juga dengan fotografi kamera ponsel. Lebih praktis, ringan, tinggal snapshot saja. Sementara kamera DSLR jelas lebih berat. Meskipun punya saya termasuk yang ringan di kelasnya, tetap saja pegel kalo lama memakainya tanpa tripod. Apalagi bila dipasang lensa tele. Ya, sampai sekarang saya paling suka handheld saja. Tripod jarang make. Makanya lebih simpel mengabadikan momen dengan kamera ponsel.

Karena sibuk menyelesaikan naskah buku, aktivitas memotret jarang sekali saya lakukan. Hari ini kepengin motret pake DSLR, eh memory cardnya nggak ada. Pake kamera tablet yang lebih jernih, baterainya habis. Yang ada tinggal kamera ponsel. Tak apalah. Sekalian sebagai obat kanget. Langsung saja menyiapkan setting tempat. Reflektor sisi kiri dengan styrofoam. Bloking cahaya sisi kanan dengan kertas. Ini  memanfaatkan cahaya matahari pagi yang masuk ke jendela. Arah cahaya matahari dari sisi kanan.

Hasilnya? Tak terlalu buruk. Kurang tajem. Blokingnya lebih susah untuk mengurangi overexposure di sisi kanan. Kalo pake DSLR sebenarnya tidak overexposure. Mungkin juga pengaruh ukuran sensor kamera ponsel yang jauh lebih kecil daripada kamera DSLR.

Menggunakan kamera ponsel Samsung Galaxy Young GT-S5360


Nemu Harta Karun untuk Properti Food Photography

Thursday, 21 January 2016

Serbat Blewah




Buah ini cocok banget dibuat serbat. Apalagi di saat cuaca tak menentu seperti sekarang. Seharusnya musim penghujan tapi panasnya seperti saat kemarau saja. Saya sebenarnya kurang begitu suka dengan blewah, tapi anak-anak ternyata suka. Meskipun dimakan langsung begitu saja. Mungkin kandungan airnya yang banyak itulah yang bikin disuka. Seger seperti melon atau semangka. Memang kaya air.

Karena nggak sempat dibikin macem-macem, yang simpel saja. Dibuat serbat. Praktis dan cepat bikinnya.

Bahan:
Daging buah blewah
Gula pasir
Air matang
Es batu

* Noted: ukurannya disesuaikan selera saja ya

Cara membuat:
1. Serut memanjang daging buah blewah. Sisihkan.
2. Larutkan gula ke dalam air matang. Masukkan serutan blewah. Aduk rata.
3. Tambahkan es batu.
4. Serbat blewah siap disajikan



Simpel banget ya? Tapi dijamin seger. Cocok disajikan saat siang hari atau menu berbuka puasa.