Friday, 28 October 2016

Sempol Ayam Sayur




Berawal dari rasa penasaran saat anak-anak cerita uang sakunya dibelikan "Sempol." Penasaran bercampur khawatir tepatnya. Yap, ngeri kalo jajanannya ternyata mirip-mirip sosis yang nggak jelas gitu. Klopnya lagi, beberapa kali resep sempol berseliweran di timelines. Baca sekilas, komposisi resep dan step by stepnya. Hampir mirip nuggetlah intinya. Cuma di sini campurannya pake tepung tapioka saja. Nggak pake campuran tepung-tepung lainnya.

Begitu ingat, langsung belanja bahan-bahannya dan segera eksekusi. Kebetulan juga pas nyari ide bekal si kecil sekolah.

Bahan:
250 gram ayam (ambil dagingnya)
Tepung tapioka (tidak sempat ditimbang, kurang lebih sama ukurannya dengan daging ayam)
Daun seledri, cincang
Wortel, serut
Oregano (optional)
Bawang merah goreng
Bawang putih
Merica
Garam
Gula
Tusukan sate
Minyak goreng
Telur, kocok lepas

Cara membuat:
1. Cincang daging ayam. Haluskan daging ayam bersama sedikit air dengan menggunakan blender. 
2. Campur semua bahan hingga menyerupai bubur.
3. Didihkan air di dalam panci.
4. Siapkan tusukan sate. Olesi tangan dengan minyak goreng agar tidak lengket dengan adonan. Ambil adonan, lilitkan pada tusukan sate. Rebus. Lakukan pada sisa adonan hingga habis.
5. Begitu mengapung, tiriskan.
6. Panaskan minyak goreng. Siapkan telur kocok. Masukkan sempol satu per satu ke dalam telur kocok. Goreng hingga kuning kecoklatan.
7. Sempol siap disajikan hangat bersama saus sambal, mayonaise, atau saus kesukaan lainnya. 




Teksturnya sedikit kenyal. Ada gurih-gurihnya. Dan pastinya nggak bakalan awet. Cepat banget ludes. O ya, kalo mau dibuat frozen food juga bisa. Setelah direbus, ditiriskan, biarkan dingin. Masukkan wadah tertutup. Simpan di freezer. Kapan saja siap dihidangkan. Tinggal siapkan kocokan telur dan goreng.

Selamat mencoba!

Friday, 12 August 2016

Inspirasi Gamis Anak

Anak-anak sudah pinter nyari model gamis sendiri. Mereka googling minta dibikinkan gamis. Edisi hari raya Idul Fitri kemarin. Saya yang harus mikir desain dan mengadopsi ide-ide yang bergentayangan tersebut. Yang ada di pikiran adalah brokat, lace, dan kain utama. Setelah survei beberapa saat di toko olshop langganan dan tentunya konsultasi dengannya CS-nya yang baik hati :D , pilihan jatuh pada satin maxmara. Glowing, lebih tebal daripada satin biasa, jatuh, dan nggak mudah kusut. Saya suka. Tapi buat anak-anak saja. Saya mah nggak bakalan pede makainya. Terlihat glamour.

Proses menjahitnya penuh perjuangan. Nggak sempat mendokumentasikan karena padatnya jadwal pada bulan puasa. Baru ingat dan sempat menuliskannya ya sekarang ini. Proses desain, pola, menjahit dikerjakan sendiri. Untuk tiga anak dalam sebulan itu sesuatu bagi saya. Mengerjakannya pun dicicil-cicil. Proses menjahitnya juga mencuri-curi waktu. Sebab target lain tak boleh kalah, khatam minimal 30 juz mbarengi anak-anak dan sederet kewajiban lainnya.

Alhamdulillah akhirnya jadi juga beberapa hari mepet sebelum hari raya. Lelahnya terbayar sudah karena anak-anak suka. Dan inilah kali pertama saya membuat sendiri baju hari raya anak-anak. Hitung-hitung sebagai hadiah atas kesungguhan mereka selama Ramadhan. Dan pastinya memangkas budget pula hehehe ...

Eh, ide ini bisa dikembangkan untuk gamis syar'i pengantin :)


Bekal 3 in 1

Sering bingung memilihkan menu bekal anak-anak ke sekolah? Saya sering. Anak-anak bosenan. Jadi sering mikir, sesuatu yang praktis, halal, menyehatkan, dan mengenyangkan. Agar mereka nggak sering-sering jajan di luar. Kendalanya apalagi kalo bukan keterbatasan waktu. Alasan inilah yang mencetuskan ide mengolah satu resep menjadi tiga varian makanan yang berbeda. Tibalah pilihan pada resep dasar roti ala-ala saya. Dioven bisa jadi roti atau pizza. Digoreng jadi donat. Sebenarnya bisa satu lagi, dikukus jadi bakpao :D

Nah, lengkap bukan?





Bahan:
300 gram terigu protein tinggi
1 sdm ragi instan
2 sdm gula pasir
2 sdm butter
sejimpit garam
1/2 sdt vanili
1 butir telur
125 ml air suam kuku

Cara membuat:
1. Larutkan ragi instan dan 1/2 sdm gula pasir ke dalam air suam kuku. Istirahatkan hingga berbuih (ragi aktif).
2. Siapkan di dalam wadah: terigu, sisa gula pasir, garam, vanili, telur. Aduk rata. Tambahkan larutan ragi. Uleni hingga setengah kalis.
3. Masukkan butter. Uleni hingga kalis elastis.
4. Bulatkan adonan. Lumuri permukaan adonan dengan minyak goreng tipis-tipis. Tutup adonan dengan serbet lembab. Istirahatkan hingga adonan mengembang dua kali lipat.
5. Kempeskan adonan. Bentuk sesuai selera. Istirahatkan kembali hingga mengembang dua kali lipat.
6. Adonan siap diolah.
7. Untuk pizza. Setelah adonan dipipihkan, tusuk-tusuk permukaan adonan dengan tusuk sate agar waktu dioven tidak menggembung. Olesi permukaannya dengan butter. Oven hingga setengah matang. Keluarkan. Beri topping. Masukkan oven lagi. Panggang hingga matang. Untuk topping saya kasih saos tomat pedas, tumis jamur plus sayur, oregano, dan sate kerang.
8. Untuk roti setelah matang dan dikeluarkan dari oven, segera olesi tips-tipis dengan campuran butter dan madu. Perbandingan 1:1.





Bagaimana, tertarik mencoba?

Thursday, 28 July 2016

Brownies Sate

Lama tidak baking. Lama tidak motret makanan. Seperti ada sesuatu yang hilang. Iyaa, betul sekali. Meskipun aktivitas memotret sebenarnya masih jalan meskipun tidak terlalu sering. Lebih ke foto produk dan portrait. Alasannya? Simpel karena tak harus boyong dan nata-nata properti. Selain memang jadwal aktivitas yang lagi padat.

Pas suami pulang kerja bawa oleh-oleh yang bikin surprise. Sepintas kupikir happy call ukuran kecil. Ternyata panggangan kue serba guna. Bite size ceritanya dan menariknya ada motif di bawah cetakannya. Cocok deh sesuai kebutuhan, nyiapin bekal anak-anak yang lebih menarik dan lebih cepat. Sering males keluar masukin plus membersihkan si oven tangkring. Pake panggangan ini bisa menggantikan fungsi oven dan lebih cepat.

Percobaan pertama bikin brownies sate. Resep bawaan dari alat tersebut. Kekentalan resepnya lebih encer daripada yang biasa saya buat. Lebih cenderung seperti cake.

Bahan:
4 sdm tepung terigu
4 sdm gula
2 butir telur
1 sdm makan mentega cair
70 gram coklat blok

Cara membuat:
1. Lelehkan coklat blok (saya tim bersama mentega), dinginkan.
2. Kocok telur dan gula hingga mengembang dengan menggunakan mixer.
3. Masukkan lelehan coklat blok dan mentega. Kocok sebentar.
4. Panaskan panggangan.
5. Tuangkan adonan ke dalam panggangan, beri tusuk sate.
6. Panggang bolak balik hingga matang (dengan api kecil sekitar 5 menit).

Hasilnya? Cakey ... tapi justru anak-anak lebih suka. Bagi saya, kurang nendang ciri khas tekstur browniesnya. Rasanya? Saya tidak sempat mengicipi karena kebetulan menyelesaikan puasa Syawal. Setengah hari sudah ludes tak tersisa. Testimoni dari anak-anak katanya sih enak.





Imut ya penampilannya? Yang begini pasti anak-anak doyan. Tak perlu repot-repot pake topping sudah langsung hap ^_^






Thursday, 17 March 2016

Cilok Daging

Cilok makanan yang merakyat. Nggak pernah bosen. Bikinnya juga mudah. Edisi kali ini ingin mendapatkan tambahan gizi, dibikinlah cilok daging. Yang sebenarnya ya mirip-mirip bakso. Cuma di sini kandungan dagingnya lebih sedikit.




Sebenarnya males bikin cilok yang ada dagingnya karena nggak punya gilingan daging. Adanya blender saja. Jadi daging harus dipotong-potong kecil dulu baru diproses. Hasilnya ya jelas tak selembut gilingan daging asli. Tak apalah, setidaknya bisa menikmati cilok daging sendiri di rumah. Bebas borak, bebas pengawet, dan diproses dengan blender yang bersih. Denger-denger gilingan daging yang di pasar itu jorok ya? Mungkin jarang dibersihkan kali?



Langsung ya, kita eksekusi ciloknya.
Bahan:
125 gram tepung tapioka
125 gram tepung sagu
125 gram terigu
100 gram daging sapi, haluskan
250 ml air panas (bisa lebih bisa kurang)
1 siung bawang putih, haluskan
4 siung bawang merah, haluskan
sejimpit merica bubuk
1 sdm garam
1/4 sdt gula

Cara membuat:
1. Aduk rata tapioka, sagu, bumbu. Tuangkan air panas sedikit demi sedikit sambil aduk-aduk dengan spatula hingga tercampur rata.
2. Masukkan daging dan terigu. Tambahkan sisa air panas sedikit demi sedikit. Hentikan penambahan air jika adonan sudah mudah dibentuk (seperti adonan bakso). 
3. Siapkan air panas dalam sebuah panci.
4. Taruh adonan dalam genggaman lalu tekan hingga adonan  keluar di antara sela ibu jari dan jari telunjuk (seperti cara membuat bakso). Ambil adonan dengan sendok, masukkan ke dalam panci berisi air panas. Lakukan langkah serupa untuk sisa adonan.
5. Didihkan air dalam panci yang telah berisi cilok. Rebus hingga cilok mengapung.
6. Angkat dan tiriskan.




Kini siapkan saus kacangnya.
Bahan:
1 genggam kacang tanah, goreng hingga matang
1 siung bawang putih
1 lembar daun jeruk purut
1/2 ruas jari kencur
5 sdm gula merah
1 sdm gula pasir
sejimpit garam
1 sdm air perasan jeruk nipis
1 buah cabe merah (bisa lebih, sesuaikan selera)
5  buah cabe rawit (sesuaikan selera)

Bahan tambahan:
Kecap manis
Saos tomat

Cara membuat:
1. Masukkan semua bahan ke dalam  blender. Proses hingga lembut.
2. Tambahkan sedikit kecap manis dan saos tomat. Aduk rata.




Cilok siap dicocolkan ke sausnya. Yummy!






Tuesday, 15 March 2016

Killer Soft Bread

Sampai saat ini saya belum puas dengan berbagai resep roti yang pernah saya coba. Bahkan water roux sekalipun. Saya maunya yang simpel tapi hasil memuaskan. Walah, siapa saja pasti mau begitu. Jadi, rajin betul ngintip-ngintip resep roti, eksekusi, evaluasi, dst. Tak apalah, anak-anak kan emang doyan banget roti. Dan sayanya juga masih penasaran jika belum berhasil mengeksekusi roti yang sesuai dengan harapan.

Tibalah pada resep yang membuat saya terpana. Resep yang berseliweran di salah satu grup masak. Killer soft bread punya Victoria Bakes . Wah, keren bener ini resep. Hanya satu kali proofing dan hasilnya supperrr... Seratnya itu, lho!





Berhubung kepengin mengeksekusi. Dan konon yang pernah mengeksekusi meskipun tanpa whipped cream hasilnya tetep oke, baiklah saya beranikan mencoba. Di rumah memang lagi tidak ada stok whipped cream.

Bahan versi saya sebagai berikut:
1 butir telur
1 sachet susu bubuk full cream dicampur dengan 170 ml air
1 sdt ragi instan
Sejimpit garam
1,5 gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk
300 gram terigu
2,5 sdm margarin

Cara membuat:
  1. Campur semua bahan kecuali margarin. Uleni sampai kalis elastis.
  2. Tambahkan margarin. Uleni hingga tercampur rata.
  3. Bagi adonan menjadi beberapa bulatan. 
  4. Siapkan loyang yang telah disemir tipis margarin. Tata bulatan adonan. Istirahatkan sampai mengembang hampir dua kali lipat.
  5. Oven dengan suhu 170 derajat Celcius hingga matang. Membutuhkan waktu sekitar 45 menit. 
  6. Saat masih panas, langsung oles permukaan roti dengan margarin. 
Tanpa whipped cream pun tetap okeh. Alhamdulillah, sangat puas dengan resep Victoria ini.




Apa komentar si bungsu? Hhmm ... enaakk .... Dan tak pernah bertahan lama. Cepet ludess...





Wednesday, 2 March 2016

Bola-Bola Donat

Donat lagi, donat lagi. Request ini sudah sebulan lalu, tapi baru sempat up load sekarang ^_^
Kali ini mau merasakan sensasi efek sedikit krenyes-krenyes akibat penambahan tepung beras. Tetep enak dan dalam sekejap sukses ludes.

Berhubung membuatnya hari jumat, ada pasukan krucils yang ikut bantu. Bantu mainan adonan sampai bantu jadi modelnya. Upahnya donat seperempat kilo, tunai!



Kali ini bikin donat kentang dua bentuk, original dan bola-bola. Ternyata anak-anak lebih suka yang bola-bola. Jelas banget. Lha toppingnya ada coklat serut dan bite size jadi langsung lep :D

Sebenarnya pake resep donat standar. Cuma sedikit dicampur tepung beras agar ada efek krenyes-krenyes di luar. Over all tetap tergolong lembut. Tapi kalo ingin yang super lembut luar dalam, ya full pake kentang dan terigu saja.

Bahan:
2 buah kentang, kukus lalu haluskan selagi hangat
200 gram tepung terigu protein tinggi
50 gram tepung beras
1 sdt ragi instan
2 sdm gula pasir
1 sdm susu bubuk
1/4 sdt vanili bubuk
sejimpit garam
1 butir telur
50 ml air
3 sdm margarin

Cara membuat:
1. Campur kentang halus, terigu, tepung beras, ragi instan, gula, garam, vanili, susu bubuk. Aduk rata. Tambahkan telur dan air secara bertahap sambil uleni hingga kalis.
2. Masukkan margarin, aduk rata. Pindah adonan ke atas meja kerja yang telah ditaburi terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis.
3. Bulatkan adonan. Taruh dalam wadah. Tutup dengan serbet lembab. Proofing hingga volume dua kali lipat.
4. Kempeskan adonan. Pindahkan adonan ke atas meja kerja. Taburi permukaan adonan dengan terigu. Gilas hingga ketebalan sekitar 0,5 cm. Cetak. Istirahatkan hingga mengembang.
5. Goreng dalam minyak banyak hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
6. Donat siap diberi toping.

Untuk topping bola-bola donat saya pake butter cream dan coklat blok diserut. Bite size ini cocok untuk bekal dan snack di saat santai. Buat piknik juga boleh, lho!