Monday, 8 April 2019

Tas Handmade Perca

Nggak nyadar ternyata sudah lama banget nggak ngeblog. Sudah saatnya rumah ini dirawat, dibersihkan biar nggak lumutan 😃
Passionnya masih tetap, ngebaking-motret-nulis-jahit... waktunya masih juga tetap 24 jam, tapi kesibukannya kok serasa makin bertambah padahal anak-anak sudah mulai menginjak remaja. Time flies so fast...ada banyak PR yang harus diprioritaskan.

Ceritanya nyempatkan lagi berkencan dengan mesin jahit, di sela-sela kesibukan. Apalagi teringat dapat hibah kain perca banyak dari seorang wanita salehah yang sudah kuanggap seperti saudara. Serasa ada amanah agar hibah tsb bernilai pahala, artinya saya harus mengeksekusinya, jangan biarkan teronggok apalagi terhempaskan wwkkk...

Jahit-jahit simpel bikin tote bag sederhana. Coba padu padan kain, ngemiks biar nampak cantik itu ternyata nggak mudah. Mau dikombinasi vertikal ataupun horizontal juga mesti mikir.

Tote bag ini saya kasih zipper, biar aman barang-barang yang dibawa nggak mudah mencolot yaa. Ukuran tasnya mengikuti lebar kain yang tersedia. Jadi saya nggak bikin pola khusus.




Taraaa... itu dia hasilnya. Karya tersebut kupersembahkan untuk rumah kreativitasku di Bosphorus Craft. Tepatnya tempat saya menuangkan ide-ide ngecraft, bikin tas, pouch, dompet dkk. Bikinnya masih moody yaa... kalo pas sempat ya bikin, nggak sempat atau pas nggak mood ya nggak bikin deh 😄

Lah ini motonya juga lagi males ngeluarin tripod dan DSLR. Snapshot saja pake kamera HP, background putihnya comot kerudung yang ada di jemuran 😆

Semoga karya sederhanaku tadi bisa menginspirasi kalian yang ingin berkreasi dari bahan perca.

Saturday, 18 August 2018

Tortila Kebab





Masya Allah... anak-anak di rumah kompak doyan kebab. Apalagi yang pakai daging has panggang, yummy...nggak ada bosannya. Mulai dari roti kebab sampai tortila, suka semua, terutama yang pake tortila.

Daripada beli terus, lumayan menguras kantong, saya pun googling mencari resep tortila, kulit kebab yang sepintas mirip roti maryam. Tapi jelas beda lho. Baik teknik pembuatan maupun rasa. Tortila ini lebih gurih karena tanpa gula.

Nah, eksperimen pertama gagal karena kulitnya terlalu tebal dan alot. Lanjut googling lagi. Alhamdulillah nemu resep di Just Try and Taste. Pas banget seperti yang saya mau. Kulit kebab yang lembut, gurih, tidak alot.



Bahan tortila:
200 gram terigu (saya menggunakan Segitiga Biru)
125 ml air hangat
40 ml minyak goreng
1/2 sdt garam
1/2 sdt baking powder

Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Uleni hingga tercampur rata semua bahan.
2. Pindahkan adonan ke meja kerja yang telah ditaburi terigu. Uleni adonan sampai kalis (mudah dibentuk).
3. Bagi adonan menjadi delapan bagian. Bulatkan.
Pipihkan masing-masing bulatan adonan. Saya menggunakan gelas untuk memipihkan bagian pinggir-pinggir adonan. Bila ingin menumpuk adonan, lapisi dengan plastik agar tidak lengket.
3. Panaskan wajan datar dengan api kecil. Lelehkan sedikit butter. Panggang tortila sebentar saja sampai muncul gelembung di permukaan kulit (sekitar 10 detik). Jangan terlalu lama memanggang, nanti tortila menjadi alot.
4. Bila tortila tidak segera digunakan, simpan dalam wadah tertutup untuk menjaga kelembabannya.



Untuk bahan isian kebab saya pilih yang simpel saja. Selada, saos tomat, mayonais, mentimum, sosis panggang, irisan bawang bombai. Semua bahan ditata di atas tortila lalu beri saos dan mayonaise. Panggang sebentar di atas wajan datar dengan api kecil. Waktu memanggang, saya lebih suka dengan melelehkan sedikit butter untuk menambah aroma. Kebabnya lebih moist dan gurih.
















Sunday, 5 August 2018

Sweet Bun Burger



Waktu itu Chef Djati di akun fb-nya posting hasil eksekusi roti sobek. Lah, ini chefnya baik banget. Sering berbagi pula resep dan merespon dengan baik bila kita bertanya seputar tips dan teknik bikin roti yang berkualitas itu seperti apa. Saya doakan ilmu dan usaha beliau barakah. Amin. Beberapa kali saya lihat roti yang beliau bikin itu tampilannya menggoda, delicious pastinya. Lembut ala-ala homemade. Nah, pas posting roti sobek sama resepnya pula. Beruntung banget kan?

Dimakan rotinya polosan saja sudah wenak, endes, maknyuss kata almarhum Pak Bondan. Kepikiran dikasih isian. Buat burger saja, sekalian anak-anak mau makan sayur meski setengah dipaksakan. Eksekusi deh akhirnya roti sobek untuk dibikin burger.

Bahan:
500 gram terigu cakra
125 gram gula pasir
2 butir telur
30 gram susu bubuk
11 gram ragi instan
3 gram bread improver (saya nggak pakai)
5 gram garam halus
100 gram margarin
200 cc susu cair dingin
1 butir kuning telur untuk olesan
Wijen untuk taburan

Isian burger:
Selada
Mentimun
Keju
Sosis
Mayonaise
Saos tomat


Cara membuat:
1. Campur tepung, telur, gula, susu, ragi instan. Aduk rata. Tambahkan susu cair, aduk kembali.
2. Masukkan margarin dan garam, uleni hingga kalis elastis. Bisa lihat postingan saya di label roti untuk mengenali adonan yang kalis elastis itu seperti apa.
3. Bulatkan dan istirahatkan hingga volumenya dua kali lipat.
4. Bagi adonan, masing-masing kurang lebih 45 gram. Bulatkan, tata di atas loyang. Kocok kuning telur lalu oleskan secara merata di atas permukaan roti. Taburi permukaan roti dengan wijen. Istirahatkan kembali hingga volume dua kali lipat.
5. Panaskan oven lalu oven roti hingga matang. Untuk memaksimalkan hasil, kenali karakter oven masing-masing. FYI, saya pake oven tangkring. Sebelum saya masukkan roti, oven saya panaskan sekitar 10 menit. Masukkan roti, oven dengan api sedang ke besar kurang lebih 15 menit sampai permukaan berwarna kecoklatan merata.
6. Keluarkan roti, dinginkan di atas cooling rack.
7. Belah roti, tata isian burger: selada, irisan mentimun, sosis. Beri saos tomat dan mayonaise. Sweet bun burger siap disajikan.




Apa komentar pasukan saya? Uenak... bikin nagih. Rotinya lembut. Cocok buat sarapan, sebagai bekal, ataupun nyemil. Eittt... nyemil roti? Sekali-kali boleh kan? Habis itu olahraga, beberes, dan sementara simpan timbangan dulu ya, hahaha....


Friday, 13 April 2018

Bakso Tuna


Awal bikin bakso sering gagal. Karena blender di rumah tidak strong untuk melembutkan daging sapi. Alhasil tak bisa mulus. Beda jika pake ikan. Dan tentu saja karena faktor ketidaktahuan saya tips bikin bakso itu seperti apa.

Kemarin waktu belanja dapat ikan tuna segar. Bila dimasak sarden, itu sudah mainstream. Jadi mending dibikin bakso sambil bereksperimen dengan komposisi pengembang alami untuk bakso: air es dan putih telur.



Bahan:
1 ekor tuna segar, ambil dagingnya
4 sdm es batu serut
2 putih telur
100 ml air
8 sdm tapioka
4 siung bawang putih
1 sdt garam
1/4 sdt gula
1/4 sdt merica bubuk

Cara membuat:
1. Ambil daging tuna, masukkan ke dalam blender. Tambahkan semua bahan. Proses sampai halus.
2. Didihkan air di panci, lalu kecilkan api agar tidak terjadi letupan air.
3. Pindahkan adonan bakso ke dalam baskom. Uleni dengan cara membanting-banting dengan telapak tangan sebanyak 30 kali sampai terbentuk adonan yang kenyal. Bentuk bulatan dengan menggenggam lalu mengeluarkan bulatan di sela jari jempol dan telunjuk. Pindahkan ke panci. Lakukan pada sisa adonan sampe selesai.
4. Didihkan kembali air dalam panci yang telah berisi bakso sampai bakso mengembang dan mengapung.
5. Angkat dan tiriskan.

Kuah Bakso:
Bahan:
8 siung bawang putih
Tulang ayam/sapi/kaldu bubuk
Seledri
Bawang pre
Sawi/selada
Air
Gula
Garam
Merica bubuk

Cara membuat:
1. Iris bawang tipis-tipis, tumis hingga harum dan berwarna kuning kecoklatan. Tambahkan air sekitar 1 liter. Masak bersama tulang hingga mendidih.
2. Masukkan gula, garam, merica, seledri, bawang pre, sayur. Tes rasa.
3. Siapkan mangkok. Isi bakso, mie, tahu, siram kuah bakso.


Untuk mie juga bisa bikin sendiri pake resep di sini http://lelynoormindhawati.blogspot.co.id/2017/08/mie-ijo-porsi-mungil.html?m=0
Jus sawi diganti air biasa saja. Mudahkan? 



Wednesday, 24 January 2018

Pizza Crust ala Pizza Hut


Ngomongin pizza pasti ingetnya langsung Pizza Hut. Brand pizza legendaris yang belum nemu tandingannya. Anak-anak saya penggemar genre roti termasuk pizza. Selama ini belum pernah masuk ke gerai Pizza Hut. Alhamdulillah ada saja yang baik hati ngasih Pizza Hut. Rezeki anak salehah ya... Norak? Iya, saya memang tak pernah membiasakan mereka makan junk food. Apalagi menikmatinya di gerainya. Wah, bisa ketagihan dan bikin kantong bolong. Hihi... dasar emak-emak. Kalo sudah begini, ya pastilah ada konsekuensi. Bikin homemade pizza.

Nah, bicara pizza ternyata ada juga salah kaprahnya. Yang banyak dijual di tempat umum itu bukan the real pizza, tapi roti pizza. Adonan kulitnya roti, jadi empuk. Mungkin selera orang Indonesia kali ya. Padahal the real pizza seperti punya Pizza Hut itu crust. Krispi di pinggir, dalamnya empuk. Adonan nggak pake telur, nggak pake butter/margarin tapi minyak. Biasanya minyak zaitun.

Berikut ya resep pizza ala Pizza Hut.
Bahan:
560 gram terigu
30 gram susu bubuk
320 ml air hangat
11 gram ragi instan
1 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
2 sdm minyak goreng, lebihkan untuk memoles adonan

Topping (sesuai selera ya):
Saus tomat
Paprika
Sosis/daging
Oregano
Keju
Mayonais

Cara membuat:
1. Larutkan ragi instan dan gula pasir ke dalam air hangat. Biarkan sampai berbuih dan mengembang. Membutuhkan waktu sekitar 5 menit.
2. Siapkan terigu, susu bubuk. Aduk rata. Tambahkan larutan ragi. Uleni sebentar. Masukkan garam dan minyak goreng. Uleni sampai kalis elastis. Cirinya: adonan kenyal, tidak mudah putus, bila dibentangkan membentuk membran tipis.
3. Bulatkan. Siapkan wadah yang telah disemprot minyak goreng. Taruh adonan di dalam wadah tersebut. Beri minyak goreng tipis-tipis pada permukaan adonan. Tutup dengan serbet lembab. Istirahatkan di tempat yang hangat sampai mengembang dua kali lipat. Biar proses proofing ini cepat, saya taruh di atas magicom.
4. Bagi adonan menjadi tiga. Siapkan loyang yang telah disemprot minyak. Pipihkan adonan dengan menggunakan jari tangan. Tusuk-tusuk permukaan kulit pizza dengan garpu agar saat dioven tidak menggelembung. Bagian pinggir gulung agar membentuk bulatan cantik. Isi dengan topping sesuai selera.
5. Panggang sampai kulit berwarna coklat keemasan.

Nah, pizza siap dipotong-potong dan disajikan. Kulitnya bagian luar krispi, dalemnya empuk tapi tidak selembut roti. Kebetulan untuk topping saya seadanya di kulkas. Tanpa mozarella jadi tidak ada sensasi molor hehe...




Monday, 22 January 2018

Brownies Nyoklat ala Sriboga


Brownies yang nyoklat itu mantep banget. Nagihin, ngangengin. Kata chef, asal bahan yang digunakan berkualitas plus teknik yang betul, dijamin joss tenan hasilnya. Orang bilang, ada harga ada rasa. Iya, saya pernah nyoba pake coklat bubuk murah meriah. Eh, hasilnya jauh dari harapan. Kapok? Iya, secara saya kurang pintar memanipulasi bahan kali ya.


Btw, saya sudah cukup lama belajar teknik bikin brownies yang benar. Haha... biar tidak tersesat ya. Biar bisa membedakan antara cake coklat dan brownies dan tentu saja ciri utama brownies. Yap, munculnya shiny crust, lapisan coklat tipis yang retak-retak. Awal-awal bikin dulu, nggak pernah sukses. Salah satu rahasianya nih, ngocok brownies cukup pake whisker sampai gula larut sama telur. No mixer ya. Berat? Nggak deh! Anak ragilku yang masih umur 6 tahun sukses kok ngocoknya.

Kali ini saya mencoba tepung Sriboga. Kalo Bogasari sudah terlalu mainstream kan. Tertarik pake Sriboga berawal dari IG chef Wendi Ernaz, kreasi rotinya wow pake banget. Beruang Biru tepung terigu serba guna ada bonus resep brownies. Saya pake setengah resep.

Bahan:
300 gram gula pasir
200 gram telur (saya pake 3 butir)
2 sdt vanili esense (saya pake vanili bubuk)
170 gram terigu beruang biru
25 gram susu bubuk
1 1/4 sdt baking powder
225 gran margarin
200 gram DCC (saya pake Colatta)
150 gram kacang mete (saya skip, anak-anak nggak suka)
50 gram chocochips

Cara membuat:
1. Lelehkan DCC dan margarin dengan cara ditim. Dinginkan.
2. Kocok gula pasir, telur, vanili hingga gula larut.
3. Ayak terigu, susu bubuk, coklat bubuk. Aduk rata.
4. Masukkan lelehan DCC ke dalam larutan gula, aduk rata.
5. Tambahkan campuran terigu secara bertahap sambil aduk.
6. Panaskan oven.
7. Siapkan loyang yang telah dialas baking paper dan dipoles margarin tipis-tipis. Tuang adonan. Taburi chocochips.
8. Panggang hingga matang. Lakukan tes tusuk. Bisa dengan tusuk sate. Bila adonan tidak lengket di tusuk sate artinya brownies sudah matang.
9. Keluarkan dari oven, dinginkan. Baru potong-potong.


Brownies itu lebih nikmat kalo diinapkan ya. Jadi besoknya baru dinikmati. Asli nyoklatnya mantep. Dalemnya moist, luarnya ada sensasi crust khas brownies. Mantep deh. Apalagi kalo pake butter, wanginya pasti nggak nahan. Sayangnya pas ke TBK adanya kemasan 1 kg harganya 200 ribu sekian. Haha... skip dulu deh, uang di dompet nggak cukup. Next time saja. Ini saja sudah cukup puas kok. Apalagi lihat shiny crust-nya jadi berasa seksi browniesnya.


Wednesday, 10 January 2018

Premiks Brownies Nutricake



Akhirnya tergoda juga bikin brownies pake premiks. Lagi gak mood baking tapi pengin brownies. Katanya sih pake premiks ini lumayan hasilnya dan yang jelas lebih praktis. Nggak perlu melelehkan DCC, cukup melelehkan butter ato margarin. Diganti minyak goreng juga bisa.

Premiks brownies Nutricake ini ada beberapa varian. Coklat, pisang, ada lagi saya lupa hehe... Untuk mengeksekusi satu kemasan cukup ditambah satu butir telur, 5 sdm air, dan 50 gram margarin/butter/minyak goreng. Hasil jadinya bisa  untuk loyang ukuran kurang kebih 20x10x5 cm. Semua bahan cukup dimix manual pake balon wisk, nggak perlu mixer. Saya pake spatula saja. Ya, bikin brownies kan memang nggak perlu mixer hihihi...



Karena adonan coklatnya terlihat kurang nyoklat akhirnya bagian atas kutaburi DCC cincang. Kenapa kurang nyoklat? Di komposisi tercantum coklat bubuk dan Dark Chocolate Compound. Tapi menurutku jumlah DCCnya dikit banget. Alhasil betul, coklat khas browniesnya kurang nendang. Shiny crustya dapat tapi tipis banget. Secara tekstur lebih cakey ya... At least, bagi brownies lover, premiks ini kurang nendang. Tapi bagi yang ingin menikmati brownies secara instan atau bikin bekal, bisalah jadi alternatif.

Sunday, 8 October 2017

Kunyit Asam Seger


Panas-panas gini pastinya mau yang seger-seger ya? Es sepertinya menjadi wajib tersaji. Tapi bagi saya sekeluarga malah tidak. Freezer jarang diisi es. Anak-anak sekali waktu saja minum es. Iya, karena saya dan mereka gampang pilek habis minum es. Kecuali kondisi badan lagi fit dan nggak sering-sering, ya nggak masalah.


 Nah, pilihan kali ini jatuh pada kunyit. Habis belanja kunyit tergoda dengan fisiknya yang seger-seger itu sama stok asam jawa yang nggak kalah seger. Ditambah lagi nih, alhamdulillah jeruk nipis di depan rumah terus berbuah. Lengkap deh semua bahan. Tinggal diolah jadi kunyit asam.

Bahan:
2600 ml air bersih
100 gram gula pasir
3 sdm gula merah disisir
1 genggam kunyit
1 kepal asam jawa
1 buah jeruk nipis

Cara membuat:
1. Rebus air sampai mendidih.
2. Cuci bersih kunyit. Iris-iris. Bisa juga dipotong menjadi beberapa bagian lalu dikeprak. Masukkan ke dalam rebusan air.
3. Tambahkan asam jawa. Aduk-aduk sampai warna kunyit keluar dan asam jawa larut.
4. Tambahkan gula dan air perasan jeruk nipis. Aduk rata.
5. Angkat. Saring.
6. Sajikan selagi hangat.




Kunyit asam ini memiliki segudang manfaat penting. Bisa melancarkan haid dan mengatasi keputihan. Kurkumin dalam kunyit berfungsi sebagai antiradang, antioksidan, sekaligus antibakteri. Bermanfaat untuk mencegah kanker. Wah, luar biasa ya?


Kalo saya prefer disajikan hangat ya. Tapi bila teman-teman suka diminum dingin, ya nikmat banget lho! O ya, kunci kesegaran kunyit asam terletak pada pemilihan bahan yang fresh dan penambahan air perasan jeruk nipis. Selamat mencoba!

Monday, 2 October 2017

Donat Tape Empuk



Donat lagi... donat lagi... apa nggak bosan? Alhamdulillah nggak ya. Kami pecinta donat tidak ada bosannya. Secara bisa dimodif dari beragam bahan. Tidak selalu donat kentang saja yang oke dibikin donat empuk. Kali ini memanfaatkan stok tape. Kebetulan dapat oleh-oleh dua besek (kotak terbuat dari anyaman bambu).

Langsung dimakan begitu saja sebenarnya nggak masalah. Cuma ya mbosenin, lha stoknya banyak. Anak-anak ditawarin prol tape nggak suka. Ya sudah, balik lagi dibikin donat saja.

Bahan:
240 gram terigu protein tinggi
60 gram terigu protein rendah
100 ml air hangat
1 sdm ragi instan + 1 sdm gula pasir
1 butir telur
2 sdm gula pasir
20 gram susu bubuk
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
30 gram margarin
Minyak goreng

Cara membuat:
1. Larutkan ragi dan gula pasir dalam air hangat. Diamkan selama 5 menit hingga berbuih (tanda ragi aktif, bisa dipake).
2. Campur terigu, gula pasir, susu bubuk, garam, vanili, tape yang sudah dihaluskan dengan garpu. Aduk rata.
3. Masukkan telur yang sudah dikocok, larutan ragi. Aduk rata. Tambahkan margarin. Uleni sampai kalis elastis dengan gerakan seperti orang mencuci atau dibanting-banting biar cepat kalis elastis. Sesekali taburi tangan dengan terigu. Bila adonan sudah terasa mulus, dijembreng tidak mudah sobek, bisa membentuk semacam lapisan tipis, itu tandanya adonan sudah kalis elastis. Bulatkan adonan.
4. Taruh adonan dalam wadah yang telah diolesi tipis-tipis dengan minyak goreng. Tutup dengan serbet lembab.
5. Istirahatkan sampai mengembang dua kali lipat. Membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam. Tergantung suhu di ruangan masing-masing. Agar cepat mengembang bisa ditaruh di dekat magicom atau di ruangan yang cukup panas dengan suhu konstan.
6. Kempeskan adonan. Pipihkan. Cetak dengan cetakan donat. Bisa pula pake gelas lalu lubangi tengahnya dengan spuit.
7. Istirahatkan kembali sampai mengembang.
8. Panaskan minyak. Gunakan api kecil. Goreng sampai permukaan kuning kecoklatan. Balik sekali sampai sisi satunya kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
9. Siap dikasih topping.



Pake gula donat saja ya toppingnya. Nggak ribet dan bisa buruan dimakan. Sudah pada gak sabaran kan...




Betul kan? Nikmat banget lho... Empuknya nggak kalah sama donat kentang. Apalagi kalo dapat tape yang bagus secara tekstur dan aroma... Wuih... dapat donat empuk menul-menul 😁😁😁






Thursday, 31 August 2017

Mie Ijo Porsi Mungil



Suatu hari pernah lihat acara di TV. Mie instan dijual dalam porsi kecil. Dalam sekali saji dihidangkan dalam beberapa mangkuk imut dengan toping yang bervariasi. Menarik, bikin penasaran untuk mencoba dan pastinya membeli. Sayangnya saya lupa namanya. Yang jelas adanya di Jakarta dan baru beberapa bulan ini dibuka langsung laris manis. Porsi makanan yang bite size memang endess dimakan, ya. Langsung hap gitu. Jadi dalam porsi kecil layaknya dibikin snack. Cocok juga buat yang diet. Satu porsi bisa dibagi untuk sekitar lima orang kalo nggak salah. Masing-masing mangkuk seukuran mangkuk dalam foto saya. Imut, kan? Nah, sekali-kali saya bikin mie trus dihidangkan dalam porsi yang imut begitu ternyata asyik juga.

Berhubung anak-anak penggemar mie, terpikir oleh saya untuk bikin versi mie yang tidak seperti biasanya. Mie ijo. Dan bisa ditebak, selera anak-anak tidak akan seheboh bikin mie yang biasa. Warna ijo yang berasal dari sawi sudah membuat mereka kurang tertarik. Secara mereka memang bukan penggemar sawi. Hanya kakak nomor satu yang masih klik untuk menikmati. No matter, bikin mie kali ini memang edisi untuk saya hehehe ...




Kepikiran bikin mie soalnya mumpung lagi ada stok sisa bikin bakso ayam udang kemarin. Masih ada sedikit di freezer. Kebayang saat dimix sama mie pasti lezzattos kan? Yup ditambah sawi pakcoy favorit saya. Endess wes pokoke.

Bahan mie:
250 gram terigu protein tinggi, lebihkan untuk taburan
1 sdm tapioka
1 butir telur
50 ml jus sawi

Bumbu:
4 siung bawang putih digeprek
1/2 ruas jahe
Gula
Garam
Merica bubuk

Pelengkap:
Bawang merah goreng
Udang
Sawi
Saos
Bakso


Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Uleni sampai adonan mudah dipulung (tidak terlalu lembek). Istirahatkan adonan selama 15 menit sambil tutup adonan dengan serbet lembab.
2. Siapkan gilingan mie. Giling beberapa kali sampai diperoleh permukaan yang licin, kenyal, dan halus. Setiap kali menggiling jangan lupa untuk menaburi lembaran adonan dengan terigu. Ini tips untuk mendapatkan lembaran adonan yang kenyal dan mulus. 
3. Potong-potong mie. Bila tidak segera diolah, bagi mie menjadi beberapa bagian kecil. Masing-masing bagian taburi dengan terigu lalu masukkan dalam wadah kedap udara. Simpan dalam freezer.
4. Untuk mengolahnya, rebus air tambahkan 1 sdm minyak goreng. Masukkan mie. Aduk sebentar. Matikan api. Diamkan sekitar 2 menit. Angkat dan tiriskan.
5. Tumis bawang putih hingga harum. Tambahkan air sekitar 2 liter untuk kuah. Tambah jahe. Rebus hingga mendidih. Masukkan sawi, gula, garam, merica bubuk. Tes rasa. Bila sudah pas segera siapkan mie di dalam mangkuk dan bahan pelengkap. Siram dengan kuah. 
6. Mie siap dinikmati selagi hangat.




Ini dia penampakannya mie ijonya. Cantik kan warna alami ijonya? Yang tidak suka sawi nggak perlu khawatir bau sawinya ya. Sama sekali mie ini tidak berbau sawi. Nikmat lah. Monggo dimasukkan list menu weekend ato bekal anak-anak. Cocoklah.




Tuesday, 15 August 2017

Tangzhong Sweet Bread, Roti Manis Super Lembut



Entah mengapa, bagi saya, roti itu paling seksi kalo dipotret. Makin seksi kalo terlihat serat lembutnya. Mungkin sekitar empat tahun lalu, saya penasaran bagaimana bisa bikin roti sendiri. Sempat hampir menyerah karena bikin roti itu penuh perjuangan saat menguleni. Melirik mixer Philips di rumah, bukan mixer Heavy Duty. Pernah pengin nabung biar bisa beli mixer heavy duty sekelas Bosh atau si cantik Kitchen Aid. Apa daya, dayanya listrik di rumah memang hanya 900. Padahal daya minim untuk Bosh saja sekitar 600-an. In fact, tabungan pun belum juga nyampe untuk membeli si Heavy Duty tersebut. Skip dulu keinginan itu.




Di grup NCC, saya sering kepoin member yang up load roti cantik nan seksi. Roti berserat lembut dengan warna golden brown yang menawan. Mupeng banget. Ciut nyali bila kepentok si mixer Heavy Duty dengan harga yang tak ramah bagi kantong dan listrik di rumah saya. Ah, lupakan si Heavy Duty. Lupakan roti seksi itu. Ah, give up dong? No, big no! Pantang menyerah bagi saya. Saya nguprek ke sana, ke mari. Nyari tuto di Youtube, googling teknik bikin roti dengan mixer LG (baca: lengan seksi). Ya, balik lagi. Saya harus belajar teknik nguleni yang benar. Bagaimana mengenali adonan kalis elastis itu dan tentu saja teknik menguleni dengan tangan. Sempat takjub saat melihat demo chef Chinese yang bikin mie pake tangan. Luar biasa. Pastinya lebih sulit bikin mie daripada roti dengan teknik menguleni secara manual.

Akhirnya, saya uji coba sejumlah teknik dan resep. At least, yang paling oke yang pernah saya coba adalah killer bread si Victoria sama teknik tangzhong. Konsekuensinya, saya harus latihan menguleni manual. Hitung-hitung menguatkan otot lengan, membakar lemak dan kalori di badan. Menguleni adonan roti itu cukup menguras energi. Apalagi membutuhkan waktu minimal 20 menit. Lumayan kan?

Teknik yang sering saya praktiikan untuk menguleni roti adalah gerakan seperti orang mencuci, saya selingi dengan membanting sambil melipat adonan.  Terkadang juga saya pukul-pukul pake rolling pin bila pegal menguleni. Semoga kebayang hehe... Bisa googling dengan keywords: knead dough. Belum bisa memvideokan. Belum punya asisten. Belum punya peralatan yang memadai juga. 




Lama-lama, saya bisa klik dengan aktivitas menguleni. Makin semangat saat ingat anak-anak butuh roti yang sehat dan aman dikonsumsi. Saat mereka request dibikinkan roti, kadang agak malas juga ingat betapa capeknya habis menguleni. Namun saat ingat betapa seksinya roti saat keluar dari oven dan siap dipotret, saya pun sukar untuk menolak terlalu lama. Cobalah si tangzhong sweet bread. Roti manis super lembut tanpa tambahan bahan pelembut.

Bahan:
1 sdm ragi instan
20 gram gula pasir
50 ml susu cair hangat kuku
270 gram terigu protein tinggi
50 gram gula pasir
1/2 sdt garam
30 ml susu cair hangat kuku
1 butir telur
30 gram butter

Tangzhong:
30 gram terigu protein tinggi
120 ml air

Cara membuat:
1. Siapkan tangzhong. Larutkan terigu dalam air. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga mengental seperti bubur halus. Matikan api. Dinginkan. Simpan di lemari es kurang lebih satu jam. Tangzhong ini sebagai biang ya.
2. Larutkan ragi dengan 20 gram gula pasir + 50 ml susu cair hangat kuku. Diamkan sekitar 5 menit hingga berbuih, pertanda ragi aktif. Bila tidak ada buih, ganti dengan ragi yang baru. 
3. Siapkan dalam baskom: terigu, sisa gula pasir, garam, telur, tangzhong, butter. Aduk rata. Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit. Akan diperoleh adonan yang lengket. Pindahkan adonan di atas meja kerja yang telah ditaburi terigu tipis-tipis. Uleni sambil sesekali taburi meja kerja dengan terigu. Uleni sampai adonan kalis elastis. Cirinya, adonan tidak menempel di tangan maupun baskom. Bila adonan ditarik tidak akan mudah sobek dan membentuk selaput tipis.
4. Bulatkan adonan. Taruh dalam wadah yang telah dipoles minyak goreng. Balur permukaan adonan dengan minyak goreng. Tipis-tipis saja. Tutup dengan serbet lembab untuk menjaga kelembaban adonan. Istirahatkan hingga volumenya dua kali lipat. Agar cepat mengembang, bisa taruh di atas magic com atau di dalam oven tertutup yang di dalamnya dikasih air panas dalam wadah (oven dalam keadaan off ya). 
5. Kempeskan adonan. Bagi menjadi empat bulatan. Pipihkan lalu gulung. Taruh berjajar di dalam loyang loaf yang telah disemir butter. Istirahatkan hingga volumenya dua kali lipat.
6. Panaskan oven. Tangzhong sweet bread siap dipanggang. Karena rotinya nanti tinggi, otomatis membutuhkan waktu pemanggangan yang lebih lama daripada sweet bun maupun pizza. Untuk roti biasanya oven tangkring saya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan api kompor sedang cenderung besar. Untuk tangzhong sweet bread ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit. 
7. Setelah matang, angkat dari oven. Taruh di atas cooling rack dan segera poles permukaan roti dengan butter. Roti terlihat kinclong dan terjaga kelembabannya.




Adegan motret roti ini gupuh-gupuh. Buru-buru banget. Nggak konsen. Itu The Krucils sudah nungguin, nggak sabar pengin segera menyobek-nyobek si roti manis super lembut ini. Bolak-balik nyamperin. Wajar sih, lihat serat rotinya yang terlihat lembut banget bikin siapa saja nggak nahan. Dinikmati langsung juga sudah oke. Manisnya terasa. Mau dioles pake buttercream, atau butter/margarin plus meses juga oke. Oles selai nikmat pisan. 

Nah, kalo penasaran pengin mencoba sendiri dan belum punya mixer Heavy Duty, bersiap latihan olahraga lengan dulu ya biar bisa menghasilkan adonan yang kalis elastis. Chef bilang, kuncinya adalah saat menguleni. Dan perlu dicatet ya, hasil menguleni tangan dengan mixer beda. Dijamin serat lebih halus dan seksi bila pake mixer Heavy Duty. Punya saya ini sudah pake kekuatan maksimal lengan. Hampir satu jam menguleninya bro hahaha ...





Monday, 14 August 2017

Thumbprint Cookies Selai Nanas


Maunya bikin cookies yang cepet, nggak pake repot mencetaknya. Idenya sederhana. Ya, saya paling males urusan cetak mencetak cookies. Nggak telaten dan menghabiskan waktu hehe ... Alhasil, satu set cetakan cookies di rumah pun nganggur. Nggak pernah dipake. 

Berhubung stok selai nanas yang bikin beberapa hari masih aman di kulkas, anak-anak patuh tidak ada yang mencolak-coleknya, bisalah dimanfaatkan untuk isian thumbprint cookies. Nggak lagi bikin nastar karena repot mencetaknya, apa lagi  nastar gulung yang memang cukup menyita waktu dan tenaga. Ngintip stok kelapa kering juga masih ada. Bisa dicombine nantinya biar cookiesnya wangi.



Bahan:
300 gram terigu protein rendah
225 gram butter
60 gram gula kastor
1 butir telur ukuran besar (bisa pake 2 butir telur ukuran kecil ke sedang)
30 gram kelapa kering
1/4 sdt vanili bubuk
1 sdm maizena
1/2 cup selai nanas

Cara membuat:
1. Sangrai kelapa kering, sebaiknya setelah disangrai diblender dulu sebelum dicampur adonan. Bila tanpa diblender, cookies terasa kasar. Pastikan kelapa kering sudah sesuai suhu ruangan saat digunakan. 
2. Kocok gula dan butter hingga creamy. Masukkan telur dan vanili, kocok rata. Tambahkan terigu dan maizena yang telah diayak secara bertahap sambil aduk dengan sendok kayu. 
3. Masukkan kelapa kering, aduk rata.
4. Cetak bentuk kelereng, lubangi tengah dengan jari kelingking. Isi dengan selai nanas.Gunakan spuit untuk menyemprotkan selai di atas thumprint cookies.
5. Panaskan oven terlebih dulu, panggang cookies yang telah di tata di atas loyang yang telah disemir butter. Panggang hingga pinggiran cookies mulai mengering. Segera angkat dan dinginkan  di atas cooling rack.



Jangan tanya bentuk cookiesnya ya. Retak-retak di sana sini. Si kecil yang maksa bantuin. Bikin bulatan dan lubangin tengahnya. Dia suka. Versi bulatannya pun dia nggak nurut, suka-suka dia saja. Berhubung oven sudah nyala dan cookies harus segera diisi selai nanas dan segera masuk oven, ya wes apa adanya bentuknya. Yang penting rasanya anak-anak suka. Dan bikin cookies itu saya merasa rugi waktu. Satu toples ukuran kurang lebih setengah kilo nggak sangggup bertahan hingga esuk hari. Esuk harinya, thumprint cookies sudah bersih tak bersisa. Bila tiap hari diturutin ngadon cookies atau roti, sebulan saya bisa nyetok dua karung terigu kali ya haha ...satu karung untuk protein tinggi, sekarung lagi untuk protein rendah. Bila butuh yang protein sedang singga mix saja keduanya.






Saturday, 12 August 2017

Cilok Bumbu Kacang Ala Saya



Konon, cilok singkatan dari aci dicolok. Jajanan khas Jawa Barat. Terbuat dari aci atau kanji (tapioka). Dicolok pake tusuk sate waktu menghidangkannya. Ahai, kalo saya mah nggak wajib pake tusuk sate. Apa saja yang bisa buat nyolok hehehe ... Tusuk sate oke, garpu boleh, tusuk bakso juga no problemo. Yang penting seru, asyik, dan nikmatnya nggak mbosenin.

Alkisah, jumat adalah hari libur The Krucils. Oh, ternyata mereka sudah janjian sama teman-temannya di rumah. Mau ngerjakan prakarya untuk menghias ruang kelas. Padahal badan lagi nggreges, gusi cenat-cenut. Nggak ada stok cemilan mateng di rumah. Cucian masih mangkrak di mesin cuci. Kepinginnya bikin ini itu mumpung libur, tapi kok ya badan nggak fit. Akhirnya istirahat dulu, sementara The Krucils sama-sama teman-temannya asyik bikin prakarya dan sukses bikin ruangan amburadul penuh kertas. Yo wes benlah, yang penting sudah dikasih rule play, selesai pekerjaannya harus beres-beres. 

Menjelang orang-orang berangkat shalat Jumat, alhamdulillah sudah sedikit baikan. Nerusian menyelesaikan cucian sambil kepikiran bikin cilok. Kan cepet dan gampang bikinnya. Mumpung juga ada stok mie homemade di freezer dan ayam. Bisa dibuat kaldu dan bakso buat campuran mie kuah. Ada juga sedikit kacang tanah di kulkas. Sayang kalo tidak dimanfaatkan. Tidak ada saus tomat, nggak masalah. Memang selama ini nggak pernah nyetok saus tomat. 

Bahan cilok:
250 gram terigu, saya pake protein rendah biar nggak terlalu kenyil-kenyil banget
150 gram kanji (tapioka)
300 ml kaldu ayam
Garam

Cara membuat cilok:
1. Rebus ayam, ambil kaldunya sekitar 300 ml.
2. Siapkan tepung dan garam, aduk rata. Segera tuang kaldu dalam kondisi masih panas, sedikit demi sedikit. Uleni dengan sendok kayu. Hentikan penambahan kaldu bila adonan mulai bisa dipulung dan tidak terlalu lengket di tangan. Bila terlalu kebanyakan kaldu nanti ciloknya sangat lembek,  bila kurang akan alot ya. Jadi disesuaikan dengan kadar tepung masing-masing. Lanjutkan menguleni dengan tangan sampai adonan tercampur dengan rata.
3. Didihkan air, beri sedikit minyak goreng agar cilok tidak saling menempel satu sama lainnya. 
4. Bulat-bulatkan adonan dengan menggunakan kedua telapak tangan. Sesekali, celupkan kedua telapak tangan ke dalam air untuk memudahkan membuat bulatan yang bagus dan mulus. 
5. Rebus cilok sambil sesekali diaduk. Cilok yang mengapung pertanda sudah matang. Segera angkat dan tiriskan.

Bahan saus:
1 genggam kacang tanah
2 sdm gula merah
1 sdm gula pasir
1 sdm air jeruk nipis
2 buah cabe rawit
1 buah cabe merah besar
Sejimpit garam
Air matang secukupnya
1 sdm kecap manis

Cara membuat saus:
1. Goreng kacang tanah hingga matang. 
2. Siapkan blender. Masukkan kacang tanah goreng, gula, garam, cabe, air jeruk nipis, air matang. Blender hingga saus halus dan kental. 
3. Tambahkan kecap, aduk rata. 





Nah, cilok siap disiram saus kacang. Disajikan selagi hangat sangat nikmat ya. Satu mangkok cilok disajikan sambil menunggu saus siap, The Krucils sama teman-temannya sudah tidak sabar. Begitu saus jadi, berebutanlah mereka berenam makan cilok. Nggak sampe lima menit, minta tambah lagi hehehe ... Sambil meniriskan sisa cilok yang masih proses direbus, kloter kedua disiapkan. Amblas juga. Tinggal menyisakan sedikit untuk kloter ketiga, hehe dipotret. Tinggal sedikit dan sisa-sisa saus saja. Motretnya juga buru-buru  karena sudah hampir jam lima sore. 




Yang terakhir ini jatah saya. Resep cilok kali ini sangat cocok bagi lidah saya dan anak-anak. Empuk, tidak alot, ada kenyil-kenyilnya. Pas banget pokoknya. 




Friday, 11 August 2017

Selai Nanas untuk Kue Kering




Selai nanas masuk dalam list selai favorit. Aroma nanasnya yang harum. Selai ini banyak jodohnya. Selain untuk nastar dan aneka kue kering lainnya, cocok pula untuk olesan roti. Anak-anak saya langsung dicolekin saja juga oke. Apalagi selai nanasnya homemade. Wuih ... terasa benar nanasnya. Teksturnya lebih padat, tidak encer. Tanpa emulsi ataupun pengental dan penstabil keasaman. Pure gitu!

Kali ini bikin selai nanas untuk kue kering. Mau bikin nastar kok ya masih agak bosan. Ganti deh varian lainnya. Ada ide thumprint dikasih selai nanas trus dipadu kelapa kering. Kebayangkan wangi nanas sama kelapa keringnya? Hhmmm... siapin dulu deh selai nanasnya. Next tinggal mengeksekusi kue keringnya. 

Bahan:
2 buah nanas ukuran besar
100 gram gula pasir
2 ruas kayu manis, masing-masing kurang lebih 4 cm
1/4 sdt garam, lebihkan untuk membalur nanas

Cara membuat:
1. Kupas bersih nanas, hilangkan matanya. Baluri permukaan nanas dengan garam sambil sedikit meremasnya. Diamkan kurang lebih lima menit. Cuci bersih. Potong menjadi beberapa bagian.
2. Siapkan blender dan sedikit air. Proses nanas hingga menjadi jus. Bila menggunakan juicer tidak perlu menambahkan air. 
3. Masukkan jus nanas, gula pasir, kayu manis, garam dalam panci. Rebus sambil sesekali diaduk-aduk. Gunakan api sedang. Bila nanas mulai mengental dan meletup-letup, kecilkan api sambil terus diaduk-aduk sampai kadar air habis. Pastikan gunakan api kecil agar selai tidak gosong atau menjadi karamel. 
4. Angkat dan dinginkan. Masukkan dalam toples.




Wanginya menyebar kemana-mana, lho! Paduan wangi nanas dan kayu manisnya betul-betul wangi banget. Selai nanas untuk kue kering ini teksturnya padatnya. Tidak encer seperti selai kemasan yang dijual di minimarket. Jadi cocok banget untuk isian kue kering maupun nastar. Tidak bakalan mbeleber ke mana-mana. Tertarik mencoba? Harus cukup sabarnya. Kurang lebih membutuhkan waktu satu jam untuk bikinnya. Tapi jangan khawatir. Lelah dan capeknya sepadan kok dengan hasilnya. Puas pol! O, ya. Saya bikin selai ini juga sambil disambi masak, nyiapan makan malam. Tapi hati-hati kalo sudah rebusan nanas mulai mengental dan meletup-letup. Harus terus dipantau, diaduk-aduk terus dan pake api kecil ya biar nggak gosong dan jadi karamel hehe ...Nangis deh nantinya.



Tuesday, 8 August 2017

Chewy Cookies Tanpa Brown Sugar





Kerjaan saya sekarang lebih banyak ngedit naskah daripada nulis buku. Up grade diri gitu ceritanya. Penulis ada waktunya untuk naik kelas menjadi editor. Biar saling melengkapi. Karena keduanya saling bersimbiosis seperti yang dijelaskan dalam pelajaran Biologi maupun IPA. Tepatnya bersimbiosis mutualisme. Hubungan yang saling menguntungkan di antara keduanya. Iya betul. Dalam hidup itu hendaknya saling menebar manfaat, bukan mafsadat. Bila tak mampu memberi manfaat, jangan sampai mengajak mafsadat alias kerusakan. Betul betul betul betul? Betul aja, ya? 

Di sela rutinitas dan kewajiban menjadi ibu yang baik (hopefully), ada kalanya rasa bosan, lelah, capek melanda. Ini kode ya untuk segera time out. Yup, harus segera me time agar semua terkendali dengan baik. Bila tidak, bawaannya bisa uring-uringan terus. Semua yang tampak jadi serba salah aja. Me time saya nggak mahal, nggak perlu jauh. Saya setting rumah pun bisa jadi tempat untuk me time. Alhamdulillah saya bisa foodphotography dan baking. Dua passion yang awalnya bisa karena terpaksa. Ya. Terpaksa belajar baking karena anak-anak doyan cookies dan roti. Terpaksa belajar foodphotography karena menjaga orisinalitas tulisan dan foto yang waktu itu saya banyak menulis naskah kesehatan.  Nah, dua passion saya tersebut yang saya manfaatkan untuk me time. Sekali dayung, dua hal terlampaui. Begitu baking, bisa motret untuk ngisi blog.  Habis foto-foto ya tentunya segera dilahap makanannya hehehe ...




Ngomongin cookies, sudah banyak varian resep yang saya coba. Mulai yang lumer ala nastar sampai yang chruncy. Kali ini mau memadukan keduanya. Chruncy outside, chewy inside. Apa bisa? Bisa lah. Lha brownies saja bisa begitu, cookies pasti bisa pula. Saatnya nguprek resep.Chewy cookies chocolate. Sengaja nambahin coklat untuk mendapatkan efek sedikit coklat (tidak dark chocolate). Sebab di sini tidak menemukan brown sugar. Biasanya resep-resep chewy cookies menggunakan brown sugar. Bila tidak ada brown sugar bisa diganti molase. Duh, dua-duanya belum saya temukan. Tak apalah, coba dimodifikasi dengan coklat bubuk. Lain kali mungkin perlu bereksperimen dengan gula merah atau pake gula palm. Mungkin bisa mirip-mirip. Berhubung stok yang ada di rumah hanya coklat bubuk, tidak nyetok gula palm dan memang males harus belanja ke toko bahan kue, sudahlah apa yang ada saja. 




Bahan:
170 gram butter
150 gram gula halus
2 butir telur
1 sdt vanili bubuk free alkohol
260 gram terigu protein rendah
1 sdm maizena
3 sdm coklat bubuk
114 gram chocochips 

Cara membuat:
1. Kocok butter dan gula halus dengan mixer kecepatan rendah sampai creamy. Tambahkan telur dan vanili. Kocok sebentar asal rata.
2. Ayak terigu, masukkan secara bertahap ke dalam adonan. Aduk dengan spatula. Tambahkan maizena dan coklat bubuk. Aduk rata dengan spatula.
3. Terakhir masukkan chocochips, aduk rata.
4. Panaskan oven.
5. Siapkan loyang yang telah disemir butter. Bisa pula loyang yang dialas kertas roti/baking paper. Sendoki adonan, tata di atas loyang. Bisa menggunakan dua buah sendok untuk mencetak adonan menjadi bulatan. Asal bulat saja, nggak perlu rapi. Nanti saat dioven, adonan akan mengembang dan turun. 
6. Oven hingga permukaan cookies mulai mengeras pinggirnya. Segera angkat, dinginkan di atas cooling rack. Jangan overbaking, nanti cookiesnya keras, alot. 
7. Cookies siap disajikan.




Seperti pada resep cookies lainnya, saya tidak menambahkan baking powder. Masih belum menemukan baking powder berlogo halal di toko kue langganan. Padahal saya sudah request, eh belum ada stok juga. Ya, diskip saja. Saya coba ganti pake maizena untuk efek krenyes-krenyes. Bila pengin cookies lebih awet dan lebih krenyes-krenyes, terigu sebelum dieksekusi disangrai dulu bersama daun pandan. Sambil terus diaduk sampai daun pandan layu. Diamkan dulu terigu yang sudah disangrai sampai betul-betul dingin, baru bisa dieksekusi agar cookies tidak bantat. Saya males nyangrai, lha bikin  setengah kilo pun dua ato tiga hari juga sudah habis. 




Kelihatan ya di foto. Dalemnya cookies. Tidak sekopong pake baking powder memang. Tapi betul lho, chewy cookisnya dapet. Garing di luar, lumer di dalam. Nggak nunggu besuk, setelah di angkat dari oven sudah langsung dicemil-cemil. Teman kakak yang nomor dua bilang juga enak. Malah sama kakak dibawain setoples kecil biar dibawa temannya pulang hehehe ... Next time perlu dicoba pake gula palm. Apakah akan lebih baik ataukah sebaliknya.